Back to Top

Hi, Guest!

Instalasi Olah Sampah dan Produksi Kompos Kota

Update Terakhir
:
20 / 12 / 2019
Min. Pembelian
:
0
Dilihat Sebanyak
:
76 kali

Harga

CALL
Bagikan
:

Perhatian !

Perusahaan ini terdaftar sebagai Free Member. Hindari melakukan pembayaran sebelum bertemu penjual atau melihat barang secara langsung. COD (Cash On Delivery) atau bertemu langsung dengan penjual merupakan metode transaksi aman yang kami sarankan.

Detail Instalasi Olah Sampah Dan Produksi Kompos Kota

Pengomposan adalah proses dimana bahan organik mengalami penguraian ( dekomposisi) secara biologis, oleh mikroba yang memanfaatkan bahan organik ( C) sebagai sumber energi. Mengolah sampah organik dan membuat kompos adalah mengatur dan mengontrol proses alami tersebut agar kompos dapat terbentuk lebih cepat. Proses rekayasa ini meliputi penyiapan kondisi campuran bahan baku yang ideal ( CN ratio = 30/ 1 hingga 40/ 1) , pemberian air yang cukup, pengaturan intensitas aerasi ( ketersediaan oksigen) dan penambahan populasi bakteri pengurai dalam pengomposan. Diketahui, bau busuk yang ditimbulkan material ( sampah dan limbah) organik terjadi tatkala proses penguraian ( dekomposisi) berlangsung dalam kondisi tanpa oksigen atau intensitas aerasi rendah ( anaerob) , atau kadar air atau kelembaban rendah maupun terlalu kering serta suhu yang tidak kondusif bagi bekerjanya bakteri pengurai. Pada kondisi prasyarat bagi berlangsungnya penguraian ( dekomposisi) material organik tidak terpenuhi, bakteri akan diam dan tidur ( dorman) , saat sama akan terjadi reaksi anaerobik dan menimbulkan gas H2S maupun methana ( CH4) . Kedua jenis gas inilah yang dirasakan sebagai bau busuk. Teknologi Biophoskko telah lama melakukan penelitian dan uji atas proses olah sampah untuk kepentingan di kota, yang tentu berbeda dibanding dengan pembuatan kompos di daerah pertanian. Menjiplak teknik lama tradisional, misal metoda bedeng terbuka ( open windrows) sebagaimana dilakukan di pertanian guna dilaksanakan di kota dalam kepentingan pengolahan sampah, akan menimbulkan berbagai masalah seperti kebutuhan luasan lahan, timbulan polutan bau, kebutuhan waktu proses dan tenaga kerja, yang kesemua hal itu sangat menentukan bagi kelayakan ( sosial, lingkungan dan ekonomi) pengelolaan sampah di perkotaan. Dengan dasar itu, CVSK berusaha menyajikan teknologi pengelolaan sampah dan limbah- khususnya bagi kepentingan di kawasan komersial ( hotel, restoran, pabrik, perumahan, apartemen) serta kawasan sosial ( pendidikan, sekolah, rumah sakit, tempat ibadah) yang tentunya akan berkaitan dengan kenyamanan masyarakat sekitar lokasi pengolahan sampah. Dalam kaitan kepentingan pengolahan sampah dan limbah di perkotaan diatas, CVSK telah berhasil merekayasa dan mengisolasi mikroba ( probiotik) pengurai sampah dan aneka mineral bagi berlangsungnya pengomposan modern, higienis dan cepat. Aktivator dibuat dari isolasi bakteri yang timbul dari proses penguraian sampah kota yang memiliki perbedaan karakter dengan jenis sampah pertanian dan pedesaan. Sampah dan limbah di kota umumnya mengandung material daun, batang, protein dan lemak ( hewani) , minyak goreng, dan material lain yang berbeda dengan sampah di kebun, pertanian dan pedesaan yang didominasi sisa material tumbuhan. Mikroba pengurai ini adalah aktivator kompos Green Phoskko® ( GP-1) dan mineral penggembur ( bulking agent) Green Phoskko® ( GP-2) . Bagi berlangsungnya dekomposisi secara efektif dan efisien, dikembangkan pula alat mesin ( komposter) Biophosko® baik skala rumah tangga, skala lingkungan dan Rotary Kiln skala bisnis komersial. Dengan alat mesin Biophosko® menjadikan olah sampah lebih modern, cepat dan higienis. Teknologi ini merobah pengolahan sampah dan limbah dalam rangka pembuatan kompos ( composting) dari asalnya menggunakan teknik bedeng terbuka ( open windrows) sehingga memerlukan lahan sekurangnya ( 1, 5 x 6) m2, harus dibalik setiap 1 minggu selama 1 bulan bahkan lebih, harus ditutup terpal, harus diberi aneka bahan starter ( debu, sekam, limbah gergaji, dll) - yang amat sulit didapatkan di kota, kini menjadi lebih mudah. Bantuan teknologi tepat guna ini antara lain : ( a) . mempercepat waktu pengomposan ( dekomposisi bahan organik) dari 60 hari menjadi 5 hari, ( b) . praktis dan sederhana hanya memerlukan tenaga kerja operator 1 orang/ unit Instalasi kaps olah 3 m3/ hari, ( c) . menghasilkan pupuk organik cair ( POC) - yang dalam teknik bedeng seringkali terbuang jadi material pencemar meresap kedalam tanah, ( d) . keperluan luasan tanah jauh berkurang dibanding teknik tradisional, dan ( e) . higienis, tidak menimbulkan cemaran bunyi maupun bau busuk dan bau tak sedap. ---------------------------------------------------------- Rotary Klin berkapasitas 1000 liter ( 1 m3) / unit/ batch produksi 5 hari, diperlukan sekurangnya 5 unit untuk membentuk suatu IPKK ( Instalasi Produksi Kompos Kota) . Modal investasi 5 unit Rotary Kiln Rp 75.000.000 ( tergantung pilihan alat manual atau Elektrik) . Bagi berjalannya IPKK sebagai suatu instalasi produksi kompos masih diperlukan tambahan alat pencacah ( chopper) MPO 500 - kapasitas 500 kg sd 700 kg/ hari, pengayak ( screen Tools) MPK 115 kapasitas 1 ton/ hari, diluar bangunan peneduh ( tanpa perlu dinding) , sehingga total investasi mesin Rp 97.000.000, - . Mengelola sampah organik, dalam IPKK menggunakan Rotary Klin ini, akan memerlukan biaya 4 kantong @ 7 Kg mineral ( bulking agents) Green Phoskko® ( GP-2) @ Rp 35.000, -/ 7 kg dan 1 kg ~ 4 Pack aktivator Green Phoskko ( GP-1) @ Rp 27. 500, - / kg atau total sekitar Rp 250.000, -/ batch produksi per hari. Dengan biaya sebesar diatas, akan menghasilkan kompos padat sebesar 40 % dari berat bahan sampah organik ( semula 1 ton sampah, menjadi sekitar 400 kg kompos) . Disamping itu, terdapat 20 botol pupuk organik cair ( liquid organic fertilizer) , di pasaran seharga @ Rp 20.000 hingga Rp 40.000/ botol @ 500 ml. Total penjualan output olah sampah dan pendapatan jasa kebersihan ( typing fee) sekurangnya Rp 1. 400.000, -/ hari. Sebagaimana diketahui, harga kompos Green Phoskko® Rp 1000, -/ kg ditambah harga pupuk organik cair Gramafert® Rp 20.000, - hingga Rp 40.000, - / botol @ 500 ml)
Tampilkan Lebih Banyak