Hi, Guest!
  • Semua Kategori

Aktivator Pembangkit Metan Green Phoskko® [ GP-7]

Update Terakhir
:
10 / 01 / 2016
Min. Pembelian
:
20 Rantai
Harga
Hubungi Kami
Bagikan
:

Perhatian !

Perusahaan ini terdaftar sebagai Free Member. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,harap berhati-hati ketika melakukan transaksi. Indonetwork tidak melakukan verifikasi alamatdan dokumen untuk keanggotaan Free Member. Kami tidak bertanggung jawab apabila terjadihal-hal yang tidak diinginkan.


Detail Aktivator Pembangkit Metan Green Phoskko® [ GP-7]

Green Phoskko® ( GP-7) Activator pembangkit gas metana sebagai pengurai secara fermentatif semua jenis biomassa termasuk sampah dan limbah organik dalam digester kedap udara ( tanpa oksigen) terbuat dari konsorsium mikroba anaerobik.

Bakteri anaerob dalam aktivator GP-7 diatas hidup secara saprofit dan bernapas secara anaerob dimanfaatkan dalam proses pembuatan gas bio atau biogas. Bakteri saprofit yang ada di dalamnya hidup dan berkembang biak. Bakteri tersebut memecah persenyawaan organik dan menghasilkan gas metana ( CH4) , H2S, N2, H2 dan CO2.

Dalam lingkungan mikro dalam reaktor atau digester biogas yang sesuai dengan kebutuhan bakteri ini ( kedap udara, material memiliki pH > 6, kelembaban 60 % , dan temperatur > 30 derajat Celcius dan C/ N ratio tertentu) akan mengurai atau mendekomposisi semua biomassa termasuk jenis sampah dan bahan organik ( limbah kota, pertanian, peternakan, feces tinja, kotoran hewan dan lain-lainnya) dengan cepat, hanya 5 sampai 20 hari.

Biomassa atau material organik adalah makhluk biologis ( hidup dan baru mati) meliputi semua jenis gulma perairan ( eceng gondok, kiambang, ganggang laut, alga ) , gulma kebun ( dhi. alang-alang, rumput, tanaman pengganggu lainnya) , feces ( tinja ternak sapi, kambang, domba, ayam, babi dan ternak lainnya) , feces manusia, sampah organik, limbah industri pengolahan pertanian ( industri buah, sayuran termasuk limbah sagu, limbah industri tapioka, limbah pengolahan tahu, dll) .

Biomassa dalam ukuran halus yang terkumpul dengan campuran air secara homogen ( slurry) pada digester ( reaktor) akan diuraikan dalam dua tahap dengan bantuan dua jenis bakteri. Tahap pertama, material organik akan didegradasi menjadi asam-asam lemah dengan bantuan bakteri pembentuk asam. Bakteri ini akan menguraikan sampah pada tingkat hidrolisis dan asidifikasi. Hidrolisis yaitu penguraian senyawa kompleks atau senyawa rantai panjang seperti lemak, protein, karbohidrat menjadi senyawa yang sederhana. Sedangkan asidifikasi yaitu pembentukan asam dari senyawa sederhana.

Setelah material organik berubah menjadi asam asam, maka tahap kedua dari proses anaerob adalah pembentukan gas metana dengan bantuan Arkhaebakteria pembentuk metana seperti Methanococus, Methanosarcina, dan Methanobacterium.

Proses ini memiliki kemampuan untuk mengolah biomassa ( termasuk sampah atau limbah organik) yang keberadaanya melimpah dan tidak bermanfaat menjadi produk yang lebih bernilai. Pembuatan biogas dilakukan pada pengolahan limbah industri, limbah pertanian, dan limbah peternakan.

Kandungan utama biogas adalah metana, karbondioksida, sebagian kecil gas lain ( gas nitrogen, hidrogen, karbonmonoksida dan uap air) . Gas metana dalam jumlah besar membuat biogas mudah terbakar dan dapat digunakan sebagai sumber energi.

Cara aplikasi aktivator biogas, siapkan bahan baku berupa material Biomassa ( termasuk sampah, limbah organik) yang telah dicacah dan dicampur air pada perbandingan 1 : 1 hingga berupa bubur ( slurry) kedalam inlet pemasukan ( intake chamber) . Tambahkan aktivator pembangkit biogas Green Phoskko GP7, untuk 1 bulan pertama, 1/ 1000 dari material yang diolah. Secara otomatis, slurry di bagian dekat outlet dalam reaktor akan terdorong sebesar volume yang dimasukan.

Kemasan Green Phoskko® ( GP-7) dengan bentuk serbuk kering ini adalah Pack [ @ 250 gr] kualitas karton duplex @ 250 gram kemudian dimasukan kedalam karton per 20 pack, total berat setara 5 kg+ ) . Konsorsium bakteri pembangkit biogas GP-7 mengandung antara lain Methanobacterium sp, Methanococcus sp, Bacillus sp dan Lactobacillus memiliki kepadatan populasi 10 pangkat 7/ gram CFU ( 10 ^ 7 CFU per gram ( * ) .
Tampilkan Lebih Banyak

digester biogas l genset bioelektrik l komposter l mesin pencacah l teknologi olah sampah l aktivator bakteri i biodigester - www.kencanaonline.com
Jl Desa Langonsari Karikil Kec Pameungpeuk KM13, Bandung Selatan
Indonesia 40376
Bandung Selatan
-
08XX-XXX-XXX

Detail Aktivator Pembangkit Metan Green Phoskko® [ GP-7]

Green Phoskko® ( GP-7) Activator pembangkit gas metana sebagai pengurai secara fermentatif semua jenis biomassa termasuk sampah dan limbah organik dalam digester kedap udara ( tanpa oksigen) terbuat dari konsorsium mikroba anaerobik.

Bakteri anaerob dalam aktivator GP-7 diatas hidup secara saprofit dan bernapas secara anaerob dimanfaatkan dalam proses pembuatan gas bio atau biogas. Bakteri saprofit yang ada di dalamnya hidup dan berkembang biak. Bakteri tersebut memecah persenyawaan organik dan menghasilkan gas metana ( CH4) , H2S, N2, H2 dan CO2.

Dalam lingkungan mikro dalam reaktor atau digester biogas yang sesuai dengan kebutuhan bakteri ini ( kedap udara, material memiliki pH > 6, kelembaban 60 % , dan temperatur > 30 derajat Celcius dan C/ N ratio tertentu) akan mengurai atau mendekomposisi semua biomassa termasuk jenis sampah dan bahan organik ( limbah kota, pertanian, peternakan, feces tinja, kotoran hewan dan lain-lainnya) dengan cepat, hanya 5 sampai 20 hari.

Biomassa atau material organik adalah makhluk biologis ( hidup dan baru mati) meliputi semua jenis gulma perairan ( eceng gondok, kiambang, ganggang laut, alga ) , gulma kebun ( dhi. alang-alang, rumput, tanaman pengganggu lainnya) , feces ( tinja ternak sapi, kambang, domba, ayam, babi dan ternak lainnya) , feces manusia, sampah organik, limbah industri pengolahan pertanian ( industri buah, sayuran termasuk limbah sagu, limbah industri tapioka, limbah pengolahan tahu, dll) .

Biomassa dalam ukuran halus yang terkumpul dengan campuran air secara homogen ( slurry) pada digester ( reaktor) akan diuraikan dalam dua tahap dengan bantuan dua jenis bakteri. Tahap pertama, material organik akan didegradasi menjadi asam-asam lemah dengan bantuan bakteri pembentuk asam. Bakteri ini akan menguraikan sampah pada tingkat hidrolisis dan asidifikasi. Hidrolisis yaitu penguraian senyawa kompleks atau senyawa rantai panjang seperti lemak, protein, karbohidrat menjadi senyawa yang sederhana. Sedangkan asidifikasi yaitu pembentukan asam dari senyawa sederhana.

Setelah material organik berubah menjadi asam asam, maka tahap kedua dari proses anaerob adalah pembentukan gas metana dengan bantuan Arkhaebakteria pembentuk metana seperti Methanococus, Methanosarcina, dan Methanobacterium.

Proses ini memiliki kemampuan untuk mengolah biomassa ( termasuk sampah atau limbah organik) yang keberadaanya melimpah dan tidak bermanfaat menjadi produk yang lebih bernilai. Pembuatan biogas dilakukan pada pengolahan limbah industri, limbah pertanian, dan limbah peternakan.

Kandungan utama biogas adalah metana, karbondioksida, sebagian kecil gas lain ( gas nitrogen, hidrogen, karbonmonoksida dan uap air) . Gas metana dalam jumlah besar membuat biogas mudah terbakar dan dapat digunakan sebagai sumber energi.

Cara aplikasi aktivator biogas, siapkan bahan baku berupa material Biomassa ( termasuk sampah, limbah organik) yang telah dicacah dan dicampur air pada perbandingan 1 : 1 hingga berupa bubur ( slurry) kedalam inlet pemasukan ( intake chamber) . Tambahkan aktivator pembangkit biogas Green Phoskko GP7, untuk 1 bulan pertama, 1/ 1000 dari material yang diolah. Secara otomatis, slurry di bagian dekat outlet dalam reaktor akan terdorong sebesar volume yang dimasukan.

Kemasan Green Phoskko® ( GP-7) dengan bentuk serbuk kering ini adalah Pack [ @ 250 gr] kualitas karton duplex @ 250 gram kemudian dimasukan kedalam karton per 20 pack, total berat setara 5 kg+ ) . Konsorsium bakteri pembangkit biogas GP-7 mengandung antara lain Methanobacterium sp, Methanococcus sp, Bacillus sp dan Lactobacillus memiliki kepadatan populasi 10 pangkat 7/ gram CFU ( 10 ^ 7 CFU per gram ( * ) .
Tampilkan Lebih Banyak